Rinai hujan menyapa gerai nada
Ingin kucaci rintik yang pantulkan silam
Dan kukembarakan rindu untuk gadis kecil yang kerap membungai mimpi
Pada terik siang sekalipun
Ada cinta tak berbatas untuknya
Kasih tanpa syarat dan pamrih
Perasaan hangat tanpa nama
Kurelakan satu sayapku untuknya
Kelak memeluknya dari gigil
Dan tempias hujan dini hari
Jangan bersedih, puteriku!
Meski Bunda tak ada tuk mengajarimu berkata-kata
Walau Bunda tak bisa menemanimu main sepeda
Namun, senantiasa Bunda kirimkan hadiah lewat doa
Agar kau selalu dalam lindungan-Nya,
Sebab yang Bunda tahu, Dialah sebaik-baiknya penjaga
Masih lekat dalam ingatan
Tatkala kau berceloteh sambil mengacungkan sebungkus kue
“Da da, ta ta…ta ta.”
Oh, “Bunda, buka buka!” itu kan yang ingin kau katakan?
Ah, betapa lucunya
Seperti baru sedetik lalu
Saat terpaksa kulihat tangan kecilmu melambai
Mengantar kepergianku
Benak kecilmu bertanya tak mengerti
Namun, tersenyumlah putriku!
Karena Bunda pasti kembali
Tuk menggenapkan sayapmu
Insyaallah…
Bunda pasti kembali…
Cinta
Sudahkah berkunjung ke dalam petak-petaknya?
Bagaimana rasanya?
Cinta
Akh, tak kuasa lagi menjabarkannya
Biarlah!
Biarlah kata itu sendiri yang menceritakannya pada Anda
Biarlah Sang Muara segala Cinta
Yang menunjukkan kepada Anda
Bagaimanakah cinta,
Sebenar-benarnya cinta…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar