ini foto gue, ganteng-khan,,,

ini foto gue, ganteng-khan,,,
no coment,ya ?!

kalender

apakah weblog ini bagus?

Jumat, 23 Januari 2009

Teknologi Engsel Ponsel

Teknologi Mobile Display digital Interface (MDDI) dirancang khusus untuk menjalankan fitur multimedia pada ponsel berdesain selain candy bar.

Desain candy bar sampai saat ini masih mendominasi model ponsel disamping desian lainnya seperti flip atau clamshell. Berbagai ponsel pun kini hadir dengan berbagai macam desain yang lebih menarik. Mulai dari slidding, swing, rotating display sampai dengan pop up display.

Desain ponsel selain candy bar mempunyai ciri yang khas antara layar dan keypadnya terpisah atau tidak berada dalam satu bagian. Bagi vendor ponsel desain seperti ini tentunya akan lebih rumit dalam membuatnya. Atau bisa saja dapat menambah biaya produksi, karena harus menyediakan komponen tambahan yaitu kabel yang menghubungkan bagian layar dengan bagian keypad.

Kini telah hadir standar teknologi terbaru untuk menghubungkan bagian layar dan keypad pada ponsel yang terpisah, namanya Mobile Display Digital Interface (MDDI). MDDI dikembangkan Qualcom. Teknologi ini diintegrasikan ke dalam chipset buatan Qualcom untuk perangkat bergerak. Khususnya perangkat yang menggunakan teknologi CDMA dan WCDMA. MDDI mulai dibuat pada chipset Qualcom dengan seri MSM6150 dan MSM6550 untuk teknologi CDMA2000 dan MSM6275 dan MSM6280 untuk teknologi WCDMA. Sepertinya teknologi MDDI ini khusus dikembangkan untuk mendukung teknologi seluler masa depan.

MDDI mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan teknologi sebelumnya. Diantaranya yaitu lebih hemat dalam konsumsi daya baterai, mampu mensupport layar LCD dengan ukuran QVGA dan juga mampu mensuport kamera dengan ketajaman 1 megapixel sampai dengan 3 megapixel. Kemampuan MDDI tidak hanya mampu mengontrol satu layar, tetapi juga bisa mengontrol dua layar sekaligus (internal dan eksternal). Dan ada satu keunggulan lainnya yang menjadi andalan dari teknologi ini yaitu mampu mengurangi kabel yang melintas antara bagian layar dan keypad. Sebelumnya dibutuhkan 21 kabel, kini hanya lima kabel saja. Dengan sistem kerja dua kabel bertugas mentransfer data, dua kabel berfungsi sebagai sinkronisasi antara layar dan keypad sebagai controller dan satu kabel lagi berfungsi untuk mengalirkan daya. Dengan adanya pengurangan jumlah kabel ini, tentunya sagat bermanfaat bagi pihak vendor, karena mampu mengurangi biaya produksi.

Meskipun MDDI hanya membutuhkan lima kabel namun tidak mengurangi kecepatan transfernya. Bahkan teknologi ini tergolong kedalam teknologi yang mampu mentransfer data dalam kecepatan tinggi. Karena MDDI mampu mentransfer data secara bi-directional dengan kapasitas bandwith maksimum 3,2 gigabits per detik. Dengan begitu maka berbagai fitur multimedia dengan kapasitas besar, 3G games misalnya, tetap bisa dinikmati dengan nyaman. Padahal semakin canggih fitur yang dijalankan pada perangkat dengan desain layar dan keypad yang terpisah, maka jumlah kebel yang dibutuhkan untuk mentransfer data antara bagian keypad dan layar semakin banyak.

Beberapa vendor sudah mulai mengaplikasi teknologi MDDI ini, diantaranya yaitu Samsung dan Sharp. VESA (Video Elctronics Standards Association), yaitu organisasi dunia yang beranggotakan lebih dari 110 perusahaan elektronika, juga telah mensupport adanya standar teknologi terbaru ini. Kedepannya MDDI tampaknya tidak hanya diimplementasikan pada ponsel saja. Tetapi juga bisa diimplementasikan pada perangkat lainnya seperti laptop, pocket PC (PDA) dan lainnya.

Kamis, 22 Januari 2009

Sukses UN 2009 Kabupaten Kendal

Pada Rakerdin Dinas Dikpora beberapa saat yang lalu sudah disepakati antara Dinas Dikpora dan Kepala SMA dan SMK bahwa untuk tahun 2009 target peningkatan nilai rata-rata ujian Nasional adalah 0,15 dan peningkatan peringkat dari peringkat 3 untuk jurusan Bahasa menjadi peringkat 2 prop jateng, peringkat 6 jurusan IPA menjadi peringkat 5, peringkat 8 jurusan IPS menjadi peringkat 7 dan peringkat 5 SMK sejateng menjadi peringkat 4.
Untuk itu maka perlu berbagi peran antara Dinas Dikpora, MKKS, MGMP, Kepala Sekolah, Guru, dan siswa.
Peran Dikpora :

  1. mensosialisasi target ujian kepada KS, dan MGMP
  2. melaksanakan ujicoba sebanyak 2 kali
  3. mensosialisasi strategi peningkatan daya serap kepada MGMP
  4. mensosialisasi SKL
  5. bersama JIP menyiapkan /menghimpun latihan soal dan mendistribusikan ke MGMP dan MKKS

Peran MKKS

  1. melaksanakan ujicoba sebanyak 1 kali
  2. membantu melakukan sosialisasi SKL
  3. Membantu distribusi himpunan latihan soal
  4. mensosialisasi strategy peningkatan daya serap kepada MGMP
  5. Melakukan evaluasi secara periodik ketercapaian targeyt daya serap dan rata-rata nilai

Peran MGMP

  1. mensosialisasi strategy peningkatan saya serap
  2. menterjemahkan SKL menjadi kisi-kisi soal tryout
  3. menyiapkan soal-soal latihan
  4. melakukan analisis hasil tryout
  5. menentukan strategy tindak lanjut hasil tryout

Kepala Sekolah

  1. menentukan target capaian nilai disekolahnya masing-masing (ditulis di meja kerjanya)
  2. mengadakan kontrak kinerja dengan guru pengajar UN di sekolahnya
  3. mengontrol pelaksanaan pembelajaran mapel UN
  4. memfasilitasi guru mapel UN melaksanakan pembelajaran tambahan di sekolah
  5. menggerakkan guru BK untuk membantu membimbing siswa
  6. bersama guru UN melaksanakan latihan ujian di tingkat sekolah
  7. melakukan pemantauan capaian target dan menyusun strategy peningkatannya
  8. memberikan reward dan punishment kepada guru UN
  9. rajin berdoa dan beribadah

Guru

  1. menetapkan target masing-masing kelas yang diampunya (ditulis pada bagian atas daftar nilai)
  2. melaksanakan sosialisasi terget capaian sekolah kepada siswa
  3. membimbing siswa menetapkan target pribadi
  4. melaksanakan pembelajaran secara efektif dengan berbagai strategy
  5. memantau pembelajaran siswa
  6. melakukan analisis hasil trayout dan melaksanakan tindak lanjut
  7. melaksanakan pembimbingan siswa
  8. melakusanakan refleksi diri untuk mengetahui kekurangannya dalam mengajar
  9. rajin berdoa dan beribadah

Siswa

  1. menetapkan target pribadi (ditulis pada halaman depan buku catatannya)
  2. mengikuti pembelajaran bersama guru
  3. giat belajar dan berlatih
  4. memantau hasil perolehan setiap kali ulangan dan try out
  5. melakukan refleksi diri untuk mengetahui kelemahannya dalam belajar
  6. rajin berdoa dan beribadah

Doa Anak Saleh,

Assalamualaikum wr. wb.

Salah satu karunia yang cukup terasakan bagi orang tua yang paling dahyat adalah kehadiran seorang anak, anak yang menjadi mata hari dan menyejukkan hati orang tua adalah harapan orang tua, menjelang hari ibu 22 Desember orang tua seharusnya merefleksi ulang perannya. ada tulisan dari satria darma yang cukup menggelitik untuk dicermati tentang peran orang tua tersebut. silahkan disimak pada tulisan berikut :

Anak-soleh dalam agama Islam diajarkan bahwa ada tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya walau pemiliknya telah tinggalkan dunia fana yaitu ;

1.ilmu yang bermanfaat
2.amal jariyah dan
3.doa anak sholeh

Ini bermakna bahwa orang tua diminta untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang sholeh yang kelak diharapkan akan terus mendoakan orang tuanya. Pesan dari ajaran tersebut adalah pesan tentang pendidikan, pendidikan kepada anak, yang ganjarannya begitu menggiurkan karena pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal.

Ada sebuah doa yang dikenal dengan nama ‘Doa Anak Sholeh’ dan yang diajarkan oleh hampir semua orang tua muslim kepada anak-anak mereka dengan harapan agar anak-anak mereka mau mendoakan mereka dengan doa ini. Begini bunyinya :
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
Artinya dalam Bahasa Indonesia : “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”
Doa ini begitu populernya sehingga hampir semua anak di sekolah hafal dengan doa ini. Doa ini juga cukup pendek dan sangat mudah dihafalkan oleh anak-anak. Dalam jangka waktu singkat anak balita bisa mengingat dan menghafalnya. Akan sungguh mengggemaskan jika kita mendengar anak balita yang masih cedal membacakan doa ini. Kalau anak kita bisa membaca doa ini rasanya hati orang tua langsung ‘mak nyes’, adem dan bahagia!

Meski kita berusaha mengajarkan doa ini kepada anak-anak kita, pernahkah kita benar-benar memperhatikan dan memahami makna dari doa ini? Sebagai seorang pendidik saya sungguh takjub dengan pesan yang hendak disampaikan oleh doa ini. Coba perhatikan kalimatnya baik-baik dan pikirkan mengapa doanya seperti itu. Mengapa anak-anak kita diminta untuk berdoa agar orang tuanya disayangi ‘sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil’? Mengapa redaksinya bukan ‘sebagaimana mereka menyayangiku selama ini’, umpamanya. Mengapa justru ditekankan ‘sewaktu aku masih kecil’? Apakah doa ini hanya berlaku bagi anak yang masih kecil saja dan jika sudah lebih dewasa maka redaksinya akan diubah menjadi. :”Sewaktu aku ABG, atau sewaktu dewasa’, umpamanya? Tidak. Doa itu redaksinya tidak berubah redaksinya meski kita mendoakan orang tua kita ketika kita sendiri telah tua. Redaksinya tidak berubah dan tidak perlu diubah.

Lantas mengapa begitu redaksinya?

Menurut saya, doa ini mengandung pesan pendidikan yang sungguh dalam bagi para orang tua. Jadi sebenarnya doa ini memang pesannya UNTUK ORANG TUA dan bukan untuk si anak. Melalui doa ini terkandung pesan untuk meminta agar orang tua mendidik dan menyayangi anaknya dengan sebaik-baiknya, khususnya SEWAKTU KECIL. Para orang tua diminta untuk mencurahkan kasih sayangnya sepenuh-penuhnya kepada anaknya sewaktu kecil karena sewaktu kecil itulah anak-anak kita membutuhkan kasih sayang yang tak terhingga sebagai bekal bagi mereka mengarungi hidup sewaktu besar nantinya. Dengan kasih sayang yang berlimpah dan pendidikan yang baik pada waktu kecil (bukan berarti memanjakannya) maka sang anak akan punya fondasi mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi hidup mereka di masa dewasa nantinya. Dengan doa ini seolah hendak dikatakan kepada para orang tua,:”Wahai para orang tua, sayangilah anak-anakmu sebaik-baiknya pada saat mereka masih kecil. Berikan semua yang terbaik darimu kepada anak-anakmu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai mereka mendapati hal yang buruk dan tidak baik darimu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai engkau menunjukkan sikap kasar, keras dan kejammu pada anakmu waktu masih kecil karena Tuhanmu akan mengganjarmu sesuai dengan perbuatanmu pada anakmu ketika masih kecil (dan bukan pada masa yang lain)”

Secara alami orang tua memang sangat menyayangi anak-anak mereka ketika masih kecil. Itu masa-masa ketika orang tua sangat menyayangi dan melindungi anak-anak mereka. Mereka melimpahinya dengan berbagai pujian dan hadiah. Pelukan dan ciuman datang tak henti-hentinya. Kata-kata lembut dan panggilan sayang berhamburan. Rasanya apa saja yang diminta oleh anak sewaktu ia masih kecil segera dituruti dan diusahakan dengan sungguh-sungguh. Para orang tua biasanya menolerir semua kesalahan anak-anak mereka dan tidak marah meskipun anak memecahkan barang orang tua yang paling disayangi.

Hal ini tentu berbeda dengan ketika anak sudah cukup besar. Pada saat itu orang tua sudah mulai kurang toleran. Pujian semakin berkurang dan hukuman semakin banyak. Raut muka dan tutur kata sudah mulai berubah. Pendek kata kasih sayang orang tua sudah berbeda dengan ketika anak masih kecil. Itulah sebabnya doa tersebut menyebutkan secara spesifik WAKTU TERINDAH dalam hubungan anak dan orang tua, yaitu ‘sewaktu masih kecil’. Orang tua akan dimintakan ganjaran kepada Tuhan pengampunan dosa dan balasan kasih sayang yang terbaik dari Allah sebagaimana mereka melakukan hal yang terbaik kepada anak mereka sewaktu mereka masih kecil.

Jadi dengan redaksi doa itu kita sebenarnya diminta untuk menyayangi anak-anak kita ‘habis-habisan’ ketika mereka masih kecil karena upaya kita pada saat itulah yang akan menjadi perhitungan untuk balasannya dari Allah kelak. Hal itu juga sesuai dengan kebutuhan anak yang memerlukan kasih sayang yang berlimpah ketika masih kecil karena mereka benar-benar masih sangat bergantung pada orang tua pada saat itu. Hal itu juga sesuai dengan fitrahnya orang tua yang masih benar-benar ‘all-out’ dalam menyayangi anaknya ketika masih kecil. Doa itu memang mengandung pesan pendidikan luar biasa!

Jadi jika Anda masih punya anak kecil yang akan Anda jari doa tersebut jangan lupa bahwa doa itu sebenarnya pesan dari Tuhan kepada Anda. Berikan yang terbaik dan terindah dari Anda kepada anak-anak Anda yang masih kecil tersebut. Dengan demikian doa mereka akan sungguh-sungguh dan menghasilkan buah pahala yang tidak putus-putusnya.

daduku

daduku

inilah gambarmu di cermin

inilah gambarmu di cermin

ini kucingku :

ini kucingku :

apik ra,,,?!

apik ra,,,?!

apik ra,,,?!

apik ra,,,?!