ini foto gue, ganteng-khan,,,

ini foto gue, ganteng-khan,,,
no coment,ya ?!

kalender

apakah weblog ini bagus?

Selasa, 22 April 2008

LENGGAK-LENGGOK JAKARTA

Potret keseharian Jakarta yang berwarna-warni, selalu melahirkan kisah-kisah yang menggelitik, lucu, aneh, menggelikan dan kadang penuh dengan ironi dan kegetiran. Mulai dari tren gaya hidup dan perilaku warganya yang terdiri dari beragam etnis di Indonesia, kisah keberhasilan dan kegagalan manusia dalam menggapai mimpi, ambisi dan asanya, sistem dan pengelolaan pemerintahan dari waktu ke waktu hingga pada keberagaman profesi dan aktivitas harian.

Potret meriah Jakarta ini, menarik perhatian dua kartunis muda, Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad, untuk mengabadikannya dalam bentuk kartun dan karikatur. Hasil karya keduanya, menjadi sebuah reportase sosial yang kritis dan menyentil selama kurun waktu tahun 1997 hingga 2007. Dimulai dari kumpulan kartun yang dibukukan dalam episode Lagak Jakarta 1 dan 2, yang mengukir kisah Jakarta sejak menjelang akhir rezim Orde Baru hingga masa transisi ke Era Reformasi. Hingga kemudian menjadi kolumnis kartun mingguan di harian Kompas sejak 2003 hingga sekarang.

Buku terbaru yang diluncurkan kedua pasangan, yang lebih populer dengan nama Benny dan Mice ini, adalah “100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta”. Buku ini dibuat dengan resep karikatural yang kocak dan bertutur tentang 100 orang figur yang sering terlihat mewarnai kehidupan sehari-hari di Jakarta.

Mulai dari pencari kodok, tukang ojek, cowok metroseksual, cowok Jawa Metal, Orang terjebak masa lalu, Om Senang, hingga hansip dan karakter banci. Tokoh-tokoh ini didaftar berdasarkan pengamatan pada penampilan hingga pada profesi, dengan dibubuhi berbagai deskripsi dan penamaan yang bisa memancing senyum hingga tawa. Bahkan tak jarang perjumpaan kebetulan yang terjadi beberapa kali pada sebuah karakter, menjadi ide untuk memasukannya sebagai tokoh dalam buku.

Bagi Benny dan Mice, buku ini menjadi kritik yang sedikit menyindir pada kondisi sosial yang terhampar di Jakarta. “Sedikit menyentil saja, sebagai kritik tanpa bermaksud untuk menghakimi pada pihak manapun. Biar pembaca yang menilai” terang Benny tentang format buku ini. Sementara menurut Mice, sejak dari tahun 1997, kritikan mereka dalam bentuk kartun dan karikatur, ternyata tak juga efektif untuk bisa merubah keadaan. “Karena itu, tujuan buku ini yang penting cukup untuk membuat pembaca merenung, karena kritik apapun dari dulu tak pernah mampu menyentil penguasa”ujar Mice.

Sementara berawal dari keprihatinan akan perubahan demografi Jakarta, termasuk dengan punahnya cagar-cagar budaya serta bangunan bersejarah peninggalan Jakarta tempo dulu, mendorong wartawan senior Alwi Shahab mencoba merekam kembali sejarah Jakarta ke dalam sejumlah buku. “Saya merasa sangat prihatin dengan hilangnya sejumlah bangunan atau gedung-gedung bersejarah dan berganti dengan bangunan atau gedung bisnis” tukas Alwi. Beberapa contoh misalnya lenyapnya Gedung Proklamasi, tempat yang digunakan untuk membacakan proklamasi kemerdekaan RI, hingga museum dan monumen sejarah yang berganti menjadi showroom mobil dan mal.

Hingga saat ini, Alwi Shahab telah membukukan sejarah Jakarta tempo dulu ke dalam 8 judul buku. Mulai dari asal mula penamaan kawasan-kawasan terkenal di Jakarta atau Betawi atau Batavia, pelacakan cerita-cerita legenda atau mitos yang beredar di Jakarta, hingga pada perbandingan kehidupan sosial zaman penjajahan Belanda dengan kondisi saat ini.

Misalnya adalah legenda sepak terjang pahlawan-pahlawan Betawi Si Pitung yang disebutnya sebagai Robin Hood Betawi, Si Jampang dan Nyai Dasimah yang menurut Alwi adalah sebuah kebenaran. Untuk mendapatkan kesahihan data penulisan buku tersebut, Alwi sampai harus mengunjungi tempat-tempat asal tokoh-tokoh itu, melakukan wawancara dengan sejumlah saksi sejarah dan melakukan riset di sana.

Selain mengurai kebenaran legenda rakyat, Alwi juga menceritakan asal mula penamaan sebuah kampung atau kawasan di Jakarta, misalnya Muara Bangke, Muara Buaya hingga Kampung Pecah Kulit. Bahkan cerita-cerita unik zaman Batavia, juga mewarnai isi bukunya. Beberapa di antaranya adalah cerita tentang keberadaan Playboy Betawi, pelaksanaan hukum pancung dan belah tubuh, hingga ironi perubahan sungai Ciliwung, yang sempat mendapat julukan Venesia dari Timur, menjadi sungai yang sangat kotor dan kumuh pada saat ini.

Senin, 21 April 2008

Mengajar Berpikir

“Perkenalan” saya dengan Edward de Bono terjadi tanpa disengaja tatkala saya tengah mengaduk-aduk rak buku perpustakaan kampus buat mencari bahan seputar metodologi penelitian sosial buat keperluan tugas akhir kuliah. Di antara jajaran buku-buku yang ada terselip satu buku lusuh ukuran saku berjudul Mengajar Berpikir (Teaching Thinking). Dan seperti umumnya kebiasaan free-thinker amatiran yang gemar coba-coba mengunyah makanan asing, saya pinjam buku yang salah letak tersebut dan melupakan sejenak tugas akhir yang menanti. Berikut beberapa point penting yang bisa saya sarikan dari buku tersebut:

  • Tuhan tidak perlu berpikir. Berpikir hanya digunakan oleh manusia buat melengkapi pengetahuannya yang tidak memadai.

  • Dalam sebuah masyarakat yang kompleks (seperti masyarakat modern sekarang), kebutuhan untuk berpikir semakin besar daripada waktu yang lampau. Kita mempunyai kebebasan yang lebih besar, dan kebebasan adalah penindasan dari kesempatan karena setiap kesempatan berarti keharusan ntuk mengambil keputusan.

  • Lebih baik belajar berpikir terbuka daripada menjadikan berpikir semata-mata sebagai ekspresi ketidakpuasan emosional.

  • Memutuskan untuk mengajarkan berpikir merupakan suatu keputusan politik, karena beberapa sistem politik akan lebih senang kalau rakyat hanya menurut dan tidak perlu berpikir. Hanya itikad untuk menipu yang membuat seseorang takut kepada pandangan yang jelas.

  • Usaha mencari kesempurnaan akademis seringkali merupakan musuh bagi pendidikan praktis berpikir: eksplorasi pengalaman yang dilakukan secara sadar dalam mencapai suatu tujuan.

  • Tidaklah tepat menganggap seorang pemakai bahasa yang terampil otomatis pemikir yang terampil pula. Salah pula menganggap seseorang yang kurang baik ekspresi lisannya otomatis kurang baik pula cara berpikirnya. Bahasa dan ekspresi adalah sarana untuk menuangkan hasil pemikiran, bukan pemikiran itu sendiri. (Btw, dengan kalimat lain bisa dikatakan bahwa orang yang pinter ngomong belum tentu cerdas)

  • Tujuan berpikir adalah mempersiapkan sesuatu yang akan kita rasakan. Dengan berpikir, kita menata kembali persepsi dan pengalaman kita, sehingga kita memiliki pandangan yang lebih jelas mengenai sesuatu. Pandangan yang lebih jelas inilah yang membuat perasaan kita tergetar. Tanpa berpikir, perasaan hanya merupakan tirani. Mengapa? Karena perasaan adalah sejenis tindakan. Tujuan berpikir adalah mempersiapkan diri kita untuk bertindak.

  • Idiom akademis yang diajarkan di sekolah dan disempurnakan di universitas layaknya keterampilan mengetik dua jari: keterampilan yang sangat baik untuk menghadapi situasi tertutup di mana semua informasi telah tersedia, tetapi sangat tidak efisien untuk menghadapi situasi terbuka, di mana hanya sebagian dari informasi tersedia namun keputusan tetap harus dibuat.

  • Adalah keangkuhan yang luar biasa untuk beranggapan hanya ada dua pilihan, yang terpolarisasi dengan tajam pada suatu soal, yang mengatakan bahwa bila yang satu salah maka yang lain pasti benar.

  • Masalah mendasar dari keterlibatan ego dalam pemikiran kita adalah kita secara normal menganggap logika sebagai suatu cara memproses persepsi kita, dan mengambil implikasi yang lengkap dari persepsi itu. Kita tidak dapat melihat bahwa dalam banyak situasi, sebagaimana dengan dukungan ego, struktur logika muncul paling awal dan mempunyai momentumnya sendiri, dan persepsi dibuat supaya cocok dengan struktur itu. Di tangan yang terampil, mau tidak mau struktur itu konsisten, namun persepsinya sangat tertutup dan sempit.

  • Sistem logika tradisional (yang berbasis verbal) menghadapi kesulitan besar dalam berurusan dengan besaran, karena bahasa berurusan dengan sifat-sifat dan bukan dengan ukuran. Kesalahan besaran tidak dapat dideteksi dengan memeriksa argumentasi itu sendiri karena argumen itu barangkali konsisten secara logika dan benar secara internal. Kesalahan hanya bisa diketahui bila si pemikir telah mempunyai bidang persepsi yang lebih luas untuk dapat menilai argumentasi itu.

  • Kesalahan seringkali bukan terletak pada kurangnya pengetahuan, tetapi lebih pada cara kita memandang pengetahuan itu.

  • Mengajarkan berpikir bukanlah mengajarkan logika, tetapi mengajarkan persepsi.

  • Seringkali, terlalu cepat sampai pada tahap pengolahan logika dapat membatasi penyelidikan kita dalam tahap pengerahan perhatian maupun eksplorasi persepsi. Jadi salah satu fungsi berpikir adalah mengarahkan perhatian melintasi bidang persepsi.

  • Pengarahan perhatian secara sadar ke bidang seluas mungkin (memperluas wawasan, melihat sesuatu dari sudut pandang lain, dan keterbukaan sikap) merupakan bagian yang sangat mendasar dalam berpikir.

Minggu, 13 April 2008

Banyugeni, Bahan Bakar berbasis Air

Banyugeni, Bahan Bakar Berbasis Air

a.. Oleh Agung PW

PERNAH terbayangkan bahan bakar berbasis air? Dahulu angan-angan demikian sepertinya tidak mungkin terwujud. Namun kini menjadi kenyataan.
Pusat Studi Pengembangan Energi Regional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Pusper UMY) yang meneliti dan mengembangkan bahan bakar nonfosil berhasil menemukan hidrofuel yang merupakan bahan bakar berbahan baku dari air.

Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori mengungkapkan, temuan tersebut didasari oleh keprihatinan karena semakin menipisnya bahan bakar berbasis fosil. Penghematan dilakukan namun subsidi pemerintah untuk BBM tahun 2007 sudah mencapai Rp 50,64 triliun. Akibatnya, terjadilah defisit anggaran. Eksplorasi sumber bahan bakar baru juga terinspirasikan ayat-ayat Alquran yakni Surat At-Thur (6) ”Perhatikan laut yang berapi”, Al-Anbiyaí (30) ”…dan Kami jadikan dari air segala sesuatu hidup”, At-Takwir (6) ”Dan apabila laut dipanaskan” .

”Bahan bakar dari minyak bumi dan batu bara semakin sulit diperoleh padahal konsumsinya terus meningkat. Harga minyak mentah di tingkat dunia bahkan sempat menembus angka 100 dolar AS per barel. Pada sisi lain penggunaan BBM berbasis fosil menyisakan emisi gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan,’ ‘ papar Khoiruddin.

Berdasarkan ayat-ayat tersebut, UMY berupaya mengakomodasikan sinyal-sinyal teknologi yang ada dalam Alquran dengan meneliti dan mengembangkan cukup lama. Saat ini telah ditemukan teknologi yang mampu memproduksi bahan bakar dengan bahan baku air (hidrofuel). Produk penelitian ini telah dipatenkan dengan nama ”banyugeniTM’ ‘.

Empat Proses

Dia menjelaskan, hidrofuel ”banyugeniTM’ ‘ mempunyai varian produk berupa hidrokerosene (setara minyak tanah), hidrodiesel (setara solar), hidropremium (setara bensin), dan hidroavtur (setara bahan bakar jet). Masih akan dikembangkan pula varian produk lain yang mempunyai keunggulan lebih yang ada saat ini.

”Untuk menghasilkan hidrofuel, digunakan teknologi mekanotermal- elektrokemis meliputi empat proses yakni mekanik (gerak), thermal (panas), listrik, dan kimiawi. Perpaduan keempat proses dengan bahan baku air natural akan menghasilkan beberapa produk bahan bakar minyak ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi. Kandungan unsur dan sifat bahan bakar minyak yang sudah diolah pada ìbanyugeniTMî sangat memungkinkan untuk digunakan pada mesin tanpa mengubah atau memodifikasi komponen,” tuturnya.

Produk tersebut sudah diuji di PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen. Hasilnya secara meyakinkan menunjukkan bahwa keempat varian ”banyugeniTM’ ‘ telah memenuhi standar Dirjen Migas.
Hasil pengujian menunjukkan, hidropremium sangat tidak korosif atau tidak menyebabkan karat (skala copper strip corrosion 1a) dan tidak meninggalkan residu (hanya 0,5%vol dari max 2,0%vol yang diizinkan).

Selain itu kandungan bahan pencemar dari emisi bahan bakar ini sangat rendah antara lain kandungan sulfur hanya 0,03%wt (dari max 0,05%wt yang diizinkan) serta kandungan timbal (Pb) hampir nol (dari max 0,013 yang diizinkan). Pada pengujian terhadap pesawat aeromodeling, bahan bakar ini ternyata cukup bagus memberikan rpm sekitar 16.000.

Hidroavtur juga tidak korosif dan beremisi rendah (total sulfur hanya 10% dari maksimal yang dipersyaratkan) dan tidak mudah membeku (freezing point-45oC). Pengujian terhadap pesawat aeromodeling, bahan bakar ini dapat digolongkan sebagai bahan bakar jet (jet fuel) dan akan tetap bersifat dingin (cool fuel), memiliki IBP (initial boiling point) 164oC. Hidrodiesel juga tidak korosif (copper strip 1a), IBP 201oC, yang beremisi rendah dan tidak meninggalkan residu berlebihan dengan index Cetane 51,3.

”Hasil pengujian terhadap hidrokerosene memperlihatkan bahwa bahan bakar rakyat tersebut juga sangat tidak korosif (copper strip corrosion 1a), IBP 161oC, tidak beracun dan tidak beremisi (total sulfur 0,03%wt dari max 0,2%wt yang diizinkan) dan tidak meninggalkan residu (hanya 0,5%vol). Pada pengujian dengan lampu minyak, hidrokerosene tidak menimbulkan asap jelaga yang berlebihan,’ ‘ tandas Rektor. (70)

daduku

daduku

inilah gambarmu di cermin

inilah gambarmu di cermin

ini kucingku :

ini kucingku :

apik ra,,,?!

apik ra,,,?!

apik ra,,,?!

apik ra,,,?!